Hello guys, What's up ???
Kali ini gue harus mengakui kalo gue itu punya pemikiran-pemikiran liar yang kadang hilang begitu saja kalo ngga gue tulisin.
Terkadang gue pernah mencoba membayangkan bagaimana hidup gue kalo hidup sama seseorang, yang rada bikin liar adalah ketika cewe yang gue pikirin itu Nabilah JKT48. Awalnya sih masih bener, mikirin soal finansial, life planning, dan lain-lain, eh ujung ujungnya mikir ke arah sono *IfYouKnowWhatIMean
Tapi pemikiran gue kadang juga liarnya menjadi logis jika mau dipikirkan secara mendalam. Misalnya mengenai hal ini :
Yup tepat sekali, gue mikirin soal "Kenapa itu cewe bawa sub machine gun sedangkan si cowo bawa shot gun ?"
Nggak lah, becanda doang. Sebenernya setelah gue nonton film Terminator Genisys, gue punya beberapa pikiran yang sempet diketawain sama temen gue.
Mungkin gue share di sini karena kalian adalah seorang pembaca, orang yang siap menerima argumen orang dari yang tidak logis sampai nanti gue jelasin dan semua jadi masuk akal.
Yang pertama, inti dari film itu ngejelasin tentang bagaimana robot, as teknologi yang diciptain Tuhan melalui tangan manusia, menguasai peradaban oleh karena robot itu bisa berpikir dan bertindak layaknya manusia.
Hal ini menjadi logis ketika apa yang sedang dilakukan manusia sekarang ini (2015) merupakan dasar dari apa yang dilakukan di masa depan dan digambarkan dalam film tersebut.
Ini di antaranya :
Begitulah hal yang mulai tergambar pada situasi masa kini. Di saat manusia zaman sekarang sudah dimanjakan oleh layanan yang dimiliki smartphone. Sekarang hampir semua kegiatan dapat dilakukan dengan smartphone saja, hidup pun sekarang hanya antara diri sendiri dan smartphone milik sendiri.
Sedikit berlebihan sih kalo gue mengatakan seperti itu masalahnya, sekarang ngga gitu-gitu amat ya ??? Kita tunggu aja seberapa pesat smartphone dapat berkembang sehingga dia lebih berguna dari pada manusia lainnya.
Pada suatu hari di perkuliahan gue, pikiran liar gue terbesit sekilas, kuliah ini adalah tentang metode otomasi.
Perkuliahan yang membahas teknologi-teknologi masa kini, teknologi didefinisikan sebagai suatu rekayasa yang dapat mempermudah hidup seseorang. Mengingat definisi dan kaitan topik pada hari itu, dinyatakan bahwa teknologi semakin hari harus semakin otomatis. Maksudnya, Manusia hanya perlu melakukan sedikit kerja untuk membuat suatu sistem berjalan. Seperti dengan dibuatnya sensor adalah untuk menunjang tujuan perkembangan teknologi yang seperti itu.
Memang ada sedikit konflik yang bergejolak di pemikiran gue. Masalah efektifitas sih oke, tapi apakah terbayang soal perekonomian dan sosial. Mengapa sih sekarang ini cari kerja susah ?
Banyak yang beranggapan bahwa faktor utamanya adalah tingkat pendidikan sekarang ini sudah begitu tinggi, sehingga untuk orang yang tidak kuliah menjadi susah mencari kerja.
FAKTORNYA BUKAN CUMA ITU SOB !
Pernah bayangin ngga, puluhan tahun lalu, proses pembuatan rokok di pabrik dilakukan secara manual, dari menimbang, menggulung, sampai pengemasan pun dilakukan langsung oleh tangan manusia. Namun sekarang bagaimana ??? Sudah ada teknologi yang mewakili sebagian besar pekerjaan manusia, kekhawatiran yang gue punya adalah ketika suatu saat nanti dalam menjalankan industri pun manusia sudah tidak membutuhkan orang lainnya. Sehingga kebutuhan pekerja yang jelas-jelas menambah pengeluaran perusahaan menjadi dapat dikurangi dan juga memperkecil peluang kerja masyarakat masa kini.
Nah konflik yang sempat ada di pikiran gue lainnya adalah ketika gue lagi belajar soal programming, yaitu dasarnya Bahasa pemrograman sehingga apa yang kita minta untuk computer lakukan dapat dikonversi ke Bahasa yang “mereka” pahami.
Sebenarnya ada bab yang membahas soal “looping” di dalam pelajaran Bahasa pemrograman. Di bab itu, seakan-akan computer deprogram untuk bisa melakukan yang berulang sehingga bisa semakin berkembang dari apa yang kita inginkan. Perkembangan itu pula yang membuat gue gelisah bahwa sekarang ini sedang diciptakan robot yang mirip manusia, maksudnya sistem kerja tubuh manusia diletakkan pada robot tersebut dan yang lebih membuat khawatir adalah otak manusia sedang diusahakan dikonversi algoritmanya ke bentuk bahasa pemrograman.
Kali ini gue harus mengakui kalo gue itu punya pemikiran-pemikiran liar yang kadang hilang begitu saja kalo ngga gue tulisin.
Terkadang gue pernah mencoba membayangkan bagaimana hidup gue kalo hidup sama seseorang, yang rada bikin liar adalah ketika cewe yang gue pikirin itu Nabilah JKT48. Awalnya sih masih bener, mikirin soal finansial, life planning, dan lain-lain, eh ujung ujungnya mikir ke arah sono *IfYouKnowWhatIMean
Tapi pemikiran gue kadang juga liarnya menjadi logis jika mau dipikirkan secara mendalam. Misalnya mengenai hal ini :
Yup tepat sekali, gue mikirin soal "Kenapa itu cewe bawa sub machine gun sedangkan si cowo bawa shot gun ?"
Nggak lah, becanda doang. Sebenernya setelah gue nonton film Terminator Genisys, gue punya beberapa pikiran yang sempet diketawain sama temen gue.
Mungkin gue share di sini karena kalian adalah seorang pembaca, orang yang siap menerima argumen orang dari yang tidak logis sampai nanti gue jelasin dan semua jadi masuk akal.
Yang pertama, inti dari film itu ngejelasin tentang bagaimana robot, as teknologi yang diciptain Tuhan melalui tangan manusia, menguasai peradaban oleh karena robot itu bisa berpikir dan bertindak layaknya manusia.
Hal ini menjadi logis ketika apa yang sedang dilakukan manusia sekarang ini (2015) merupakan dasar dari apa yang dilakukan di masa depan dan digambarkan dalam film tersebut.
Ini di antaranya :
1. Penggunaan smartphone makin sering makin menggila :
Pada gambar di atas terlihat bahwa pada film terminator, tergambar suasana di rumah sakit ketika semua orang menggunakan smartphone ataupun gadget lainnya, hanya orang yang sakit yang tidak menggunakannya.Begitulah hal yang mulai tergambar pada situasi masa kini. Di saat manusia zaman sekarang sudah dimanjakan oleh layanan yang dimiliki smartphone. Sekarang hampir semua kegiatan dapat dilakukan dengan smartphone saja, hidup pun sekarang hanya antara diri sendiri dan smartphone milik sendiri.
Sedikit berlebihan sih kalo gue mengatakan seperti itu masalahnya, sekarang ngga gitu-gitu amat ya ??? Kita tunggu aja seberapa pesat smartphone dapat berkembang sehingga dia lebih berguna dari pada manusia lainnya.
2. Perkembangan teknologi masa kini mendekati Terminator
Pada suatu hari di perkuliahan gue, pikiran liar gue terbesit sekilas, kuliah ini adalah tentang metode otomasi.
Perkuliahan yang membahas teknologi-teknologi masa kini, teknologi didefinisikan sebagai suatu rekayasa yang dapat mempermudah hidup seseorang. Mengingat definisi dan kaitan topik pada hari itu, dinyatakan bahwa teknologi semakin hari harus semakin otomatis. Maksudnya, Manusia hanya perlu melakukan sedikit kerja untuk membuat suatu sistem berjalan. Seperti dengan dibuatnya sensor adalah untuk menunjang tujuan perkembangan teknologi yang seperti itu.
Memang ada sedikit konflik yang bergejolak di pemikiran gue. Masalah efektifitas sih oke, tapi apakah terbayang soal perekonomian dan sosial. Mengapa sih sekarang ini cari kerja susah ?
Banyak yang beranggapan bahwa faktor utamanya adalah tingkat pendidikan sekarang ini sudah begitu tinggi, sehingga untuk orang yang tidak kuliah menjadi susah mencari kerja.
FAKTORNYA BUKAN CUMA ITU SOB !
Pernah bayangin ngga, puluhan tahun lalu, proses pembuatan rokok di pabrik dilakukan secara manual, dari menimbang, menggulung, sampai pengemasan pun dilakukan langsung oleh tangan manusia. Namun sekarang bagaimana ??? Sudah ada teknologi yang mewakili sebagian besar pekerjaan manusia, kekhawatiran yang gue punya adalah ketika suatu saat nanti dalam menjalankan industri pun manusia sudah tidak membutuhkan orang lainnya. Sehingga kebutuhan pekerja yang jelas-jelas menambah pengeluaran perusahaan menjadi dapat dikurangi dan juga memperkecil peluang kerja masyarakat masa kini.
Nah konflik yang sempat ada di pikiran gue lainnya adalah ketika gue lagi belajar soal programming, yaitu dasarnya Bahasa pemrograman sehingga apa yang kita minta untuk computer lakukan dapat dikonversi ke Bahasa yang “mereka” pahami.
Sebenarnya ada bab yang membahas soal “looping” di dalam pelajaran Bahasa pemrograman. Di bab itu, seakan-akan computer deprogram untuk bisa melakukan yang berulang sehingga bisa semakin berkembang dari apa yang kita inginkan. Perkembangan itu pula yang membuat gue gelisah bahwa sekarang ini sedang diciptakan robot yang mirip manusia, maksudnya sistem kerja tubuh manusia diletakkan pada robot tersebut dan yang lebih membuat khawatir adalah otak manusia sedang diusahakan dikonversi algoritmanya ke bentuk bahasa pemrograman.
3. Propaganda Mesin Waktu
Hal ini sering menjadi bahasan yang sangat panas diperbincangkan oleh para ilmuwan. Ketika gue lagi kuliah soal intepretasi geometri suatu kurva dan fungsi. Selama ini kita telah dapat membayangkan semua benda dalam bentuk 3 dimensi. Tetapi belum pernah terfikirkan mengenai dimensi ke empat, ternyata kata dosen gue dimensi ke empat itu adalah waktu. Para ilmuwan mendefiniskan ini nggak asal sembarangan, suatu dimensi dinyatakan ketika ruang suatu benda dapat diwakili oleh unsurnya dan dimensi tersebut tidak dapat di bentuk dari unsur lainnya. Dalam ilmu Aljabar Linear Elementer hal ini di sebut basis. Tiga basis pembentuk 3 dimensi yang sudah kita ketahui adalah dengan adanya sumbu x, y, dan z.
Kenapa ilmuwan memilih dimensi pertama adalah x dan ternyata dimensi yang terakhir tepat di akhir alfabet yaitu z ?
Jawabannya mudah, pada saat itu untuk menggambarkan seluruh benda yang ada di muka bumi ini cukup dengan menggunakan 3 variabel tersebut. Ilmuwan mulai kebingungan ketika ada satu besaran yang tidak dapat digambarkan dalam bentuk dimensi itu, yaitu WAKTU. Sehingga ilmuwan memilih untuk menetapkannya sebagai dimensi ke empat dan masih belum ditemukan metode penggambarannya.
Tetapi ketika 3 dimensi yang didefinisikan sebagai ruang vektor itu bisa digambarkan dan dapat ditransformasikan, maka untuk dimensi waktu mengapa tidak bisa ??? Hal ini yang membuka peluang ilmuwan untuk membuat mesin waktu
***NGOMONG APASIIIIHH ???***
Kira-kira emang banyak yang gue pikirin dan gue tau itu semua sangatlah liar, tetapi apa yang gue pikirin sendiri juga terkadang dapat dihubungin ke ilmu pengetahuan yang membuat semuanya jadi masuk akal. Coba aja brainstorm apa yang bisa lo pahami, siapa tahu lahir ide-ide gila dari generasi muda Indonesia. Kuncinya adalah jadi orang yang OPEN MINDED. Jangan biarin pemikiran lu terbelenggu oleh doktrin dan paham tertentu yang bikin rasa ingin tau lo rapuh.
"Pemikiran hebat tidak datang dari buku, terkadang itu hadir di toilet"
-Ali Akbar-





0 komentar:
Posting Komentar